Peraturan Akademik

Beban Studi

Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan dan lulus tes penerimaan mahasiswa baru serta telah memenuhi kewajiban administrasi mempunyai hak untuk mengikuti proses belajar mengajar. Jangka waktu dan beban kredit penyelesaian program magister disesuaikan dengan SK. Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000.

Jumlah total SKS yang harus ditempuh sebanyak 46-50 SKS. Semua mahasiswa harus menempuh mata kuliah wajib pada Semester I dengan jumlah 14 SKS. Pada Semester II dan III mahasiswa diberikan kesempatan untuk memilih mata kuliah konsentrasi dengan jumlah minimal 32 SKS. Mata kuliah konsentrasi dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu MK wajib dan MK pilihan  Mahasiswa wajib menyususn tesis dengan bobot 6 SKS.

Proses kegiatan akademik berlangsung selama 36 jam per SKS per semester. Kegiatan akademik tersebut terbagi dalam kegiatan tatap muka, kegiatan terjadwal dan kegiatan mandiri yang lamanya masing-masing 12 jam. Setiap mata kuliah memiliki lama pertemuan yang tergantung kepada beban kredit, dimana untuk 1 SKS lamanya adalah 50 menit dalam satu kali pertemuan.

Lama Studi, Perpanjangan Studi dan Cuti Kuliah

Jangka waktu studi ditetapkan selama 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 semester, termasuk penyusunan tesis. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 16-19 minggu kuliah atau kegiatan terstruktur lainnya.

Batas masa studi normal adalah 1,5 kali 4 semester (waktu studi yang ditetapkan) yaitu 6 semester. Apabila batas masa studi normal terlewati, mahasiswa dapat mengajukan permohonan perpanjangan masa studi, dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua Program Studi Magister IKM Unud disertai dengan alasan dan keterangan kemajuan studi yang telah dicapai dengan sepengetahuan pembimbing akademik, tesis dan koordinator konsentrasi. Lama perpanjangan masa studi ditentukan melalui pertimbangan-pertimbangan seperti kemajuan studi yang telah dicapai dan alasan perpanjangan masa studi.

Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti mengikuti kegiatan akademik apabila ada alasan tertentu yang sifatnya mendesak. Permohonan cuti diajukan sebelum semester dimulai dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua Program Studi Magister IKM Unud disertai dengan alasan dan keterangan kemajuan studi yang telah dicapai dengan sepengetahuan pembimbing akademik, tesis dan koordinator konsentrasi.

Apabila mahasiswa dihentikan studinya sementara karena sanksi akademik seperti skorsing, maka waktu tersebut diperhitungkan dalam lamanya masa studi.

Sistem Evaluasi

Penilaian kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian dan pelaksanaan tugas atau pengamatan dosen. Ujian dapat dilaksanakan melalui ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), ujian proposal dan ujian tesis.

Ujian tengah semester dan atau UAS dilaksanakan secara tertulis atau lisan. Ujian tesis dilaksanakan pada akhir program. Mahasiswa diperbolehkan mengikuti UAS suatu mata kuliah, apabila mereka telah mengikuti sekurang-kurangnya 75% dari semua jadwal terstruktur selama satu semester.

Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, D dan E yang masing-masing mempunyai nilai setara dengan 4, 3, 2, 1 dan 0. Nilai yang dianggap lulus adalah A dan B, sedangkan nilai C, D dan E merupakan nilai tidak lulus. Konversi nilai ujian tersebut adalah sebagai berikt: A = 85-100, B = 74-84, C = 55-69, D = 40-54 dan E = 0-39.

Indeks prestasi semester dihitung dari nilai ujian dan bobot kredit setiap mata kuliah dengan rumus:

IP = Jumlah (N X K) : Jumlah K

Dimana K adalah bobot kredit mata kuliah dan N adalah nilai hasil ujian setelah dikonversi.

Syarat kelulusan peserta didik dalam program pascasarjana ini ditetapkan atas pemenuhan jumlah SKS yang disyaratkan dan pemenuhan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diperolehnya. Nilai IPK minimum ditetapkan adalah sebesar 3,0. Peringkat kelulusan dinyatakan dalam transkrip akademik sebagai berkut:

  • IPK 3,00-3,40   memuaskan
  • IPK 3,41-3,70   sangat memuaskan
  • IPK 3,71-4,00   dengan pujian

Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan pula dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu ’n’ tahun (masa studi minimum) ditambah 0,5 tahun. Mahasiswa putus studi ditetapkan dan diatur dalam keputusan Rektor Universitas Udayana.

Gelar

Mereka yang telah menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan berhak mendapatkan gelar Magister Kesehatan Masyarakat disingkat M.Kes,  Gelar ini ditulis di belakang nama

%d bloggers like this: